SIPATAHOENAN

SIPATAHOENAN: South-East Asian Journal for Youth, Sports & Health Education. This journal, with ISSN 2407-7348, was firstly published on April 21, 2015, in the context to commemorate the Kartini (Women Figure)’s Day in Indonesia. Since issue of April 2015 to October 2015, the SIPATAHOENAN journal was organized by the Central Executive Board of APAKSI (Association of All Indonesian Sports’ Experts and Practitioners) in Bandung; and supported by KEMENPORA RI (Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia) in Jakarta. Since issue of April 2016 to date, the SIPATAHOENAN journal has been managed and published by Minda Masagi Press, a publishing house owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia.

The articles published in SIPATAHOENAN journal are able to be written in English as well as in Indonesian and Malay languages. The SIPATAHOENAN journal is published every April and October. This journal is dedicated not only for Indonesian scholars who concern about the youth, sports, health, and educational studies, but also welcome to the scholars of Southeast Asian countries and around the world who care and share related to the youth, sports, health, and educational studies in general. 

The SIPATAHOENAN journal is devoted, but not limited to, youth education, sports education, health education, and any new development and advancement in the field of youth, sports, and health education. The scope of our journal includes: (1) Youth and Nation-State Development; (2) Sports and National Character Building; (3) Health and Human Resources Quality; (4) Youth Education and Nation-State in the Future; (5) Sports Education and Fighting Spirit of the Nation-State; (6) Health Education and Nation-State Tenacity; and (7) Youth, Sports, and Helath Education in the Context of Welfare State Development. 

Since early 2016, the website of SIPATAHOENAN journal has been migrated to OJS (Open Journal System) program at: www.journals.mindamas.com/index.php/sipatahoenan. However, the conventional e-mail address for sending the articles is still able to: sipatahoenan.journal@gmail.com and mindamas.journals@gmail.com


Kata Sambutan untuk
SIPATAHOENAN: South-East Asian Journal for Youth, Sports & Health Education,
Volume 4(2), October 2018.

Dr. Haji Amung Ma’mun
Ketua Redaksi Jurnal SIPATAHOENAN; dan Ketua Program Studi Pendidikan Olahraga SPs UPI (Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.  

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dirasakan manfaatnya dalam menunjang kehidupan umat manusia, khususnya dalam ukuran memudahkan dan mempercepat. Daya jangkau percepatan perolehan informasi menjadi trendi akhir-akhir ini, sebagai kemajuan yang paling menakjubkan sehingga dapat mereposisi kehidupan masyarakat dalam berkomunikasi. Pekerjaan Pos dan Giro, misalnya, semakin tidak terdengar dan bahkan hilang perannya dalam kehidupan masyarakat, akibat majunya teknologi informasi jarak jauh yang super cepat (internet) melalui gatget yang mobile setiap waktu. Demikian pula, profesi wartawan sebagai penulis berita terus tertekan sebagai akibat masyarakat setiap saat dapat memperoleh dan menyediakan informasi secara langsung melalui gatget-nya. Mobilitas kehidupan sehari-hari pun relatif terus dimudahkan, dengan hadirnya layanan transportasi berbasis gatget online, yang dapat menjangkau setiap pelanggang di seluruh penjuru Tanah Air.

Di balik kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberi daya manfaat yang begitu besar dalam kehidupan umat manusia, tidak terhindarkan dampak negatif muncul, antara lain, bahwa masyarakat menjadi kurang bergerak sehingga mengancam kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Hal ini sudah menjadi isu kritis yang oleh UNESCO (United Nations Education, Social, and Cultural Organization) pada tahun 1978, dibahas secara seksama sehingga melahirkan piagam pentingnya pendidikan jasmani dan olahraga dihadirkan sebagai instrumen pembangunan nasional di setiap negara di dunia. Terdapat banyak pasal yang menjelaskan pentingnya pendidikan jasmani dan olahraga dihadirkan dalam kehidupan masyarakat melalui kebijkaan pemerintahan suatu negara di dunia.

Adalah sport for all menjadi sebuah gerakan internasional, yang kemudian di Indonesia berkembang pada awal tahun 1980-an dengan semboyan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, dimana para aparatur sipil negara, karyawan pada BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), institusi militer, dan lain-lain lembaga diwajibkan untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga di hari Jum’at selama 30 menit, sebelum aktivitas kerja rutin sehari-hari. Program ini berdampak positif, karena penekanan kewajiban melaksanakan kegiatan olahraga bagi setiap institusi pemerintah berdampak pada persepsi masyarakat luas untuk menjadikan olahraga sebagai sebuah gerakan penting, yang terkait dengan perolehan kesehatan dan kualitas hidup.

Program pembudayaan olahraga, dalam batas-batas tertentu, relatif berhasil karena olahraga meluas di masyarakat sehingga terjadi sinergitas antara olahraga dalam wilayah pendidikan, rekreasi, dan prestasi. Ruang lingkup olahraga pendidikan dan rekreasi yang dalam domain pembudayaan olahraga menjadi fondasi bagi ruang lingkup olahraga prestasi, semakin baik posisinya di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Semakin besar peluang untuk meningkatkan olahraga prestasi pada tingkatan yang lebih optimal, maka pembudayaan olahraga pun hadir sebagai upaya meningkatkan perannya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Memasuki abad 21, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mencanangkan MDGs (Millenium Development Goals) untuk tahun pembangunan 2000-2015. Sebagaimana laporan internasional, ketika tahun 2005 dicanangkan sebagai tahun pendidikan jasmani dan olahraga internasional, yang didalamnya menegaskan bahwa olahraga dan pendidikan jasmani adalah wahana mendasar untuk mempromosikan pendidikan, kesehatan, pembangunan, dan perdamaian. Sebagai bagian dari upaya keseluruhan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium atau MDGs, maka olahraga, sebagai bahasa universal, juga dapat membantu menjembatani kesenjangan sosial, agama, ras, dan gender.

Untuk periode 2015-2030, PBB kembali mencanangan rujukan pembangunan bagi negara-negara di dunia dengan isu SDGs (Sustainable Development Goals), yang secara spesifik dalam olahraga dikenal dengan istilah SDP (Sport for Development and Peace). Isu dalam SDP menjadi sebuah gerakan sosial baru dalam meposisikan olahraga sebagai instrument pembangunan. Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi olahraga nasional dan internasional; pemerintah dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat); serta universitas dan sekolah telah melakukan program di negara-negara berkembang untuk membantu pengembangan olahraga dan kesehatan masyarakat.

Isu gerakan sosial baru untuk menjadikan olahraga sebagai wahana yang tepat dalam mengembangkan kehidupan yang lebih sehat ini terus melebar menjadi telaahan banyak ahli, antara lain bagaimana olahraga berperan untuk menanamkan kecakapan hidup (life skills). Demikian pula, bagaimana modal sosial (soial capital) dikembangkan melalui partisipasi masyarakat dalam olahraga, rekreasi, dan kesehatan, sehingga menjadi kebijakan penting dalam rangka perolehan kualitas hidup. Memahami posisi dan peran olahraga dalam masyarakat, modal sosial dipandang menjadi fitur positif dalam kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Dengan berkembangnya isu-isu global yang bersifat strategis, peran olahraga dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat, yang awalnya lebih tertuju pada masalah kesehatan, kemudian berkembang ke arah mengatasi berbagai persoalan untuk perolehan kualitas kehidupan yang lebih baik. Kebijakan negara tentang olahraga dan kesehatan jelas diperlukan hadir untuk melakukan pergeseran paradigma, yakni dari olahraga untuk tujuan olahraga itu sendiri (development of sport), seperti keterampilan, performa, kesegaran, dan kesehatan jasmani, menjadi pembangunan manusia untuk tujuan selain olahraga itu sendiri, yakni wahana untuk membekali berbagai kecakapan lain, seperti life skills, modal sosial, karakter, kepemimpinan, penanaman nilai-nilai, dan sportivitas dalam kehidupan.

Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal SIPATAHOENAN, edisi Oktober 2018, kali ini memang tidak banyak yang mengkaji masalah olahraga, tetapi lebih berhubungan dengan bagaimana cara hidup sehat dan waras; bersikap positif dan religius; bertindak bijak dan demokratis; serta berpikir kreatif dan visioner dalam konteks kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih luas. Selamat membaca artikel-artikel dalam jurnal SIPATAHOENAN. Semoga banyak hikmah dan manfaat dari padanya. Salam olahraga!

Bandung, Indonesia: 30 Oktober 2018.

Journal Cover of SIPATAHOENAN, Issue of October 2018:

Managed and Published by: 

    

Minda Masagi Press owned by ASPENSI (Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. Website: www.mindamas.com

The website of KEMENRISTEKDIKTI RI (Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia) in Jakarta related to the scholarly journals is also available online at: http://simlitabmas.ristekdikti.go.id


Vol 4, No 2 (2018)

Table of Contents

Articles

Dinn Wahyudin, Yulia Rahmawati, Andi Suwirta
Abstract views: 44       PDF downloads: 22
PDF
Nurdeng Deuraseh, Nurfatin Afza binti Mohamad Murad
Abstract views: 78       PDF downloads: 39
PDF
Rika Purnamasari
Abstract views: 60       PDF downloads: 30
PDF
Armina B Mangaoil
Abstract views: 54       PDF downloads: 27
PDF
Masharyono Masharyono, Sumiyati Sumiyati, Syamsul Hadi Senen
Abstract views: 124       PDF downloads: 62
PDF
Editor Journal SIPATAHOENAN
Abstract views: 0       PDF downloads: 0
PDF
Editor Journal SIPATAHOENAN
Abstract views: 2       PDF downloads: 1
PDF
Editor Journal SIPATAHOENAN
Abstract views: 0       PDF downloads: 0
PDF