ATIKAN

ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan (Journal of Educational Studies). This journal, with ISSN 2088-1290, was firstly published on June 1, 2011, in the context to commemorate the Birthday of Pancasila's Name in Indonesia. Since issue of June 2012 to December 2014, the ATIKAN journal was organized by the Lecturers of FKIP UNSUR (Faculty of Education and Teacher Training, Suryakancana University) in Cianjur; and, since issue of December 2014 to June 2015, by the Lecturers of FPOK UPI (Faculty of Sport and Health Education, Indonesia University of Education) in Bandung; and published by Minda Masagi Press as a publisher owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia.

The articles published in ATIKAN journal are able to be written in English as well as in Indonesian and Malay languages. This journal is published twice a year i.e. every June and December. The ATIKAN journal is dedicated not only for Indonesian scholars who concern about educational studies, but also welcome to the scholars of Southeast Asian countries and around the world who care and share related to the educational studies in general. 

The ATIKAN journal is devoted, but not limited to, primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field of education. The scope of our journal includes: (1) Language and literature education; (2) Social science education; (3) Sports and health education; (4) Economy and business education; (5) Math and natural science education; (6) Vocational and engineering education; and (7) Visual arts, dance, music, and design education.

Since early 2016, the website of ATIKAN journal has been migrated towards the web based on OJS (Open Journal System) program at: www.journals.mindamas.com/index.php/atikan. However, the conventional e-mail address for sending the articles is still able to: atikan.jurnal@gmail.com and mindamas.journals@gmail.com


SAMBUTAN untuk
ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan (Journal of Educational Studies),
Volume 8(1), Juni 2018

 

Sri Redjeki Rosdianti, M.M.Pd.
Direktur Minda Masagi Press; dan Guru Pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) di SMP (Sekolah Menengah Pertama) Labschool UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Kampus Cibiru, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Jurnal ATIKAN, edisi Juni 2018, kali ini mengangkat isu tentang pendidikan secara umum di kawasan Asia Tenggara. Sebagaimana nama jurnal ini, ATIKAN, dari Bahasa Sunda di Jawa Barat, Indonesia, yang artinya “pendidikan”, maka artikel-artikel yang masuk dan diterbitkan selalu ada hubung-kaitnya dengan dunia pendidikan. Secara spesifik, tentu saja, artikel-artikel tersebut mengkaji dimensi-dimensi lain, yang tetap ada unsur-unsur pendidikan di dalamnya.

Para penulis yang menyumbang artikel dalam jurnal ATIKAN, edisi Juni 2018, kali ini datang dari tiga negara, yaitu: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina. Para penulis tersebut, dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam, mencoba mengkaji masalah-masalah yang menjadi perhatian mereka dalam konteks pembangunan negara-bangsa masing-masing. Para penulis menyadari bahwa masalah pendidikan, dalam konteks pembangunan negara-bangsa, adalah isu krusial dan tetap diyakini sebagai wahana untuk kemajuan dan kesejahteraan negara-bangsa di masa sekarang dan yang akan datang.

Penulis dari Filipina, yakni Jose M. Ocampo, Jr., Laura V. Ocampo & Melody P. Cruz, misalnya, mengkaji tentang “Berusaha Keras dalam Belajar Matematika dan Manifestasi Perilakunya di antara Anak-anak di Rumah”. Dalam kajian itu mereka menemukan, antara lain, bahwa anak-anak perlu menyadari kebutuhan belajar mereka serta bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan belajar ini. Fasilitasi pembelajaran adalah kewajiban bagaimana siswa akan menerima, memproses, dan menyimpan informasi baru dan sulit. Belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor ini termasuk pengalaman sehari-hari, aktivitas fisik, cinta, dan perawatan yang diterima anak. Usaha keras dalam belajar Matematika, dengan demikian, dapat dimanifestasikan melalui berbagai gerakan tubuh dan seperti dikelompokkan menjadi empat bidang, yaitu: kepala, tangan-lengan, bahu-pinggang, dan pinggang-kaki.

Penulis dari Brunei Darussalam dan Indonesia, yakni Haji Awang Asbol bin Haji Mail & Andi Suwirta, mengkaji tentang “Pendidikan Tradisional di Negara Brunei Darussalam: Perspektif Sejarah”. Dalam kajian itu ditemukan, antara lain, bahwa sebelum kemunculan sekolah Melayu, pendidikan tradisional masyarakat Brunei telah didominasi oleh pendidikan Islam. Pendidikan Islam telah wujud serentak dengan peng-Islam-an masyarakat Brunei. Rumah-rumah persendirian telah menjadi pusat pendidikan Islam. Apabila semakin ramai masyarakat Brunei memeluk agama Islam, rumah sebagai wadah pendidikan Islam sudah tidak mampu menampung pelajar yang semakin ramai. Dari sinilah timbul pemikiran untuk menubuhkan balai sebagai pusat pendidikan Islam yang baru. Istana Sultan juga memainkan peranan sebagai pusat pendidikan pada awal kedatangan Islam ke Negara Brunei Darussalam. Apabila masjid dibina di Brunei, maka ia juga berperanan sebagai tempat menyalurkan pendidikan Islam.

Penulis lain dari Indonesia, yakni Novrian Satria Perdana, mengkaji tentang “Dinamika Pekerja Anak: Studi Kasus Pekerja Anak pada Sektor Informal di DKI Jakarta “. Dalam kajian itu dinyatakan, antara lain, bahwa pekerja anak adalah istilah untuk mempekerjakan anak kecil atau anak di bawah umur. Masalah pekerja anak merupakan fenomena yang sulit dituntaskan hingga kini. Keberadaan pekerja anak erat kaitannya dengan situasi kemiskinan yang menimpa masyarakat. Semakin tinggi pendapatan keluarga, tingkat pendidikan anak-anak seusianya di lingkungan anak, tingkat pendidikan orangtua, dan sedikit jumlah anggota keluarga membuat probabilita pekerja anak pada sektor informal di DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta untuk tetap bersekolah semakin besar; dan semakin tinggi upah pekerja anak membuat probabilita pekerja anak pada sektor informal di DKI Jakarta untuk tetap bersekolah semakin rendah.

Penulis lain dari Filipina, yakni Arthur S. Abulencia, mengkaji tentang “Mengeksplorasi Agenda Pendidikan dari Kongres ke-16 di Filipina. Dalam kajian itu dinyatakan, antara lain, bahwa Kongres Filipina ke-16 tidak lengah dari fungsi utamanya untuk memulai kebijakan dan meloloskan undang-undang penting yang akan memperluas akses ke dunia pendidikan. Setelah analisis data secara rinci dan kaya, 13 tema utama muncul, yaitu: meningkatkan program kurikuler; mempromosikan hak siswa; mempromosikan hak dan kesejahteraan guru; memperkuat pelatihan guru; dukungan untuk sistem pembelajaran alternatif dan pendidikan khusus; menggembleng pelatihan teknis kejuruan; meningkatkan administrasi sekolah; memperkuat pendidikan terbuka dan jarak jauh; merehabilitasi fasilitas sekolah; meningkatkan pendidikan anak usia dini; mendukung partisipasi pemangku kepentingan; menciptakan/mengubah/memisahkan sekolah/perguruan tinggi; serta menumbuhkan budaya dan warisan.

Penulis lain dari Indonesia, yakni Siti Khikmatul Rizqi & Dines Muni, mengkaji tentang “Persepsi Masyarakat terhadap Pembentukan Kabupaten Okikha: Sebuah Analisis Sosial dan Politik”. Dalam kajian itu dinyatakan, antara lain, bahwa terdapat dikotomi persepsi masyarakat terhadap wacana pembentukan Kabupaten Okikha di Provinsi Papua, Indonesia, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi masyarakat disebut positif, jika masyarakat tersebut menerima wacana pembentukan Kabupaten Okikha. Persepsi masyarakat disebut negatif, jika masyarakat tersebut menolak terhadap pembentukan Kabupaten Okikha. Namun, pada akhirnya, berhasil mewujudkan kesepakatan politik antara Pemerintah Daerah, yakni Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dengan masyarakat Kurulu bahwa dengan pembentukan kabupaten baru, masyarakat diharapkan akan lebih maju dan sejahtera.

Akhirnya, kami mengucapkan selamat membaca artikel-artikel yang disajikan dalam jurnal ATIKAN, edisi Juni 2018. Semoga ada manfaatnya. 

Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 30 Juni 2018.

Cover of ATIKAN Journal, Issue of June 2018:

Organized and Published by:

   

Minda Masagi Press owned by ASPENSI (Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung West Java, Indonesia. Website: www.mindamas.com  

The website of KEMENRISTEKDIKTI RI (Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia) in Jakarta related to the scholarly journals is also available online at: http://simlitabmas.ristekdikti.go.id


Vol 8, No 1 (2018)

Table of Contents

Articles

Jose M Ocampo, Jr., Laura V Ocampo, Melody P Cruz
Abstract views: 204       PDF downloads: 102
PDF
Haji Awang Asbol bin Haji Mail, Andi Suwirta
Abstract views: 224       PDF downloads: 112
PDF
Novrian Satria Perdana
Abstract views: 138       PDF downloads: 69
PDF
Arthur S Abulencia
Abstract views: 454       PDF downloads: 227
PDF
Siti Khikmatul Rizqi, Dines Muni
Abstract views: 90       PDF downloads: 45
PDF
Editor Journal ATIKAN
Abstract views: 70       PDF downloads: 35
PDF
Editor Journal ATIKAN
Abstract views: 70       PDF downloads: 35
PDF
Editor Journal ATIKAN
Abstract views: 104       PDF downloads: 52
PDF